Sumber: volkstijdschrift, 01-01-1895
Penjelasan:
1. Balé loendjoek, (tempat di mana Raja tua biasanya duduk ketika ingin melihat orang-orang yang lewat).
2. Bentjingah, (tempat di mana para kepala suku menunggu jika mereka ingin berbicara dengan Raja).
a. Balé Pagamboehan.
b. Boender.
3. Rangki, (tempat tinggal para parěkan yang sudah menikah).
a. tempat penyimpanan senjata.
4. Patjinan, (tempat tidur A. A. Madé Karang Asem).
a. tempat penyimpanan senapan.
5. Pagoelohan, (tempat tinggal istri-istri A. A. Madě Karang Asem).
a. Balé Mambang, (tempat di mana A. A. Madé Karang Asëm biasanya berada).
6. Batawi, (tempat penyimpanan barang-barang dan perangkat makan milik A. A. Made Karang Asem).
7. Ekalanga, (kediaman A. A. Madé Karang Asem).
a. Djapitpe, (tempat penyimpanan air minum agar tetap dingin).
b. Kamar-kamar mandi.
c. Jamban.
d. Pawargan, (dapur).
e. Lodji Alit, (tempat di mana A. A. Made Karang Asem sesekali mengasingkan diri bersama istri-istrinya).
f. Tempat upacara keagamaan para padanda, terutama pada hari raya.
8. Pasaran, (kediaman A. A. Ajoe Karang, saudara perempuan dari A. A. Made Karang Asem dan A. A. Kétoet).
9. Papoea, (tempat tinggal para Pëmbëkël).
10. Tempat untuk kandang kuda pikul.
11. Pebatan, (tempat penyembelihan babi).
- 11a. (tempat penyembelihan kerbau).
12. Siani, (tempat tinggal A. A. Gdé Raji).
13. Mesir, (tempat tinggal A. A. Gedé Poetoe).
- 13a. Tempat tinggal para pelayan A. A. Gödé Poetoe.
14. Djaba Tengah, (tempat di mana para kepala suku dijamu oleh Raja; halaman dalam).
15. Petandakan, (lihat nomor 3).
16. Pamëngkang, (tempat di mana makanan dijual kepada penghuni Puri).
17. Balé Oekiran, (tempat berlangsungnya upacara potong gigi bagi kerabat Raja).
18. Pasaren Pisan, (tempat tinggal A. A. Ajoe Oka).
19. Tempat tinggal Djero Boekit (kepala juru masak).
20. Magada, (tempat tinggal A. A. Madé Djélantik).
21. Pengaping, (tempat penerimaan tamu A. A. Madé Djelantik).
22. A. Oekir Kawi, (kediaman Raja).
a. Balé Tjina.
b. Balé Malang.
c. Balé Sekaoeloe.
d. Balé Mambang Sekaoeloe.
e. Gudang amunisi/patron.
f. Krétalaja, (I. tempat pemandian, II. tempat sembahyang).
22. B. Trangganoe, (tempat tinggal Dinda, istri Sasak dari Raja).
a. Gudang.
b. Hardakamas, (tempat pemandian Dinda).
22. C. Gedong Pesoeroehan, (gudang penyimpanan barang).
23. Poelembang, (ruang harta).
a. Perak dan emas.
b. Képéng (uang kepeng).
24. Karang Bong Bong, (kediaman wanita yang mengawasi para selir dan pelayan perempuan).
25. Inglan, (tempat tinggal pelayan perempuan).
26. Sakra, (tempat penghukuman bagi para pelayan).
27. Sawitra, (tempat tinggal pelayan perempuan).
28. Madjapaït, (tempat tinggal pelayan perempuan).
29. Kartawidin, (kediaman A. A. Ajoe Praba, putri dari Raja tua).
30. Pasënëtan, (tempat penerimaan tamu bagi para wanita).
31. Tjitra Rasmin, (tempat tinggal Dinda Pétimah, istri kedua Raja).
32. Tjitra Koeta, (kediaman A. A. Ajoe Nengah, putri Raja tua).
33. Pamegétan, (tempat tinggal pelayan).
34. Bangsal, (gudang dan dapur).
35. Djaba Tengah Pajadjnjan, (halaman dalam).
36. Bentjingah, (tempat jaga/menunggu).
37. Pajadjnjan, (tempat peringatan bagi orang yang telah wafat).
38. Pasedahan, (tempat di mana sirih disiapkan untuk digunakan).
a. Kamar uang.
b. Tempat penyimpanan instrumen musik (gamelan).
39. Bëntjingah Meradja, (tempat jaga).
40. Pemëradjan, (Pura/tempat pemujaan Dewa milik Raja).
41. Sidakaria, (tempat di mana sesaji disiapkan).
42. Soetji, (tempat penyucian/pemberkatan sesaji).
43. Karang Soehoeng, (kebun pisang).
44. Marga Tenggang, (jalan lintasan/lorong).
45. Majoera.
a. Gili Kantjana.
b. Meroe, (Pura/tempat pemujaan Dewa).
c. Gudang mesiu.
d. Pesanggrahan Raja.
e. Gudang uang kepeng.
f. Tempat penyimpanan peluru.
46. Stamboel, (tempat tinggal Datoe Pangeran, putra dari A. A. Kétoet Karang Asem); sudah terbakar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar